Portal Investasi Indonesia

Sahabat Investasi Saham, Reksadana

Dua Cara Meraih Keuntungan dari Saham


Selisih antara harga beli dan harga jual saham itulah yang disebut dengan capital gain. Dimana harga jual lebih tinggi dibandingkan dengan harga beli. Selisih ini terjadi karena munculnya aktifitas sekuder yang terjadi di luar pasar Anda. Misalnya Anda membeli satu lembar saham sebuah perusahaan dengan harga Rp 4000, kemudian menjualnya kembali dengan harga Rp 4500, maka keuntungan Anda adalah Rp 500 yang disebut dengan capital gain.

Pemodal yang mengambil keuntungan dari capital gain biasanya berorientasi untuk investasi jangka pendek. Mereka mengejar untung dalam beberapa hari saja, misalnya seseorang membeli saham di dua hari yang lalu kemudian menjualnya siang nanti setelah ada kenaikan.

Namun tidak selalu Anda akan mendapatkan keuntungan dari saham berupa capital gain, ada kalanya terpaksa harus dijual dengan harga jual yang lebih rendah dari harga beli dengan risiko mendapatkan capital lost. Misalnya jika Anda membeli dengan satu lembar sahamnya seharga Rp 5000,- ternyata harus dijual dengan harga Rp 4700,- maka Anda akan mengalami capital lost sebesar Rp 300,- setiap lembar sahamnya.

Cara Mudah Berinvestasi di Pasar Modal


Investasi saham bukan hanya untuk orang kaya. Siapa pun juga bisa melakukannya, asal tahu cara dan aturan mainnya.

Banyak orang yang memiliki anggapan bahwa berinvestasi di pasar modal itu sangat rumit, perlu banyak perhitungan yang memusingkan, dan juga membutuhkan pendidikan khusus. Ada pula yang beranggapan bahwa permainan saham adalah permainan khusus milik orang-orang kaya.

Kenyataannya, sesungguhnya, tidaklah seperti itu. Siapa saja dapat melakukan investasi di pasar modal, baik sopir, mahasiswa, ibu rumah tangga, atau siapapun, asalkan memiliki keberanian dalam berinvestasi dan keyakinan diri dalam menghadapi risiko.

Di dalam dunia investasi, modal yang kita miliki bisa disesuaikan dengan keragaman produk yang ditawarkan, karenanya kita tidak perlu buru-buru memvonis kalau kita tidak memiliki cukup uang.

Hanya saja, sebisa mungkin uang yang kita gunakan untuk berinvestasi tersebut bukanlah uang yang khusus dialokasikan untuk kebutuhan rumah tangga atau kebutuhan sehari-hari. Maksudnya, sebisa mugkin uang yang digunakan untuk berinvestasi itu adalah uang yang memang sisa atau uang dingin (uang yang tidak digunakan untuk keperluan rumah tangga sehari-hari).