Portal Investasi Indonesia

Sahabat Investasi Saham, Reksadana

Uang 100Ribu Ternyata Bisa Investasi Saham Loh!

Siapa bilang kalau anda seorang karyawan, mahasiswa, ibu rumah tangga, supir taxi, supir gojek, atau tukang jual es tidak bisa investasi saham? Itu persepsi yang salah besar. Memang sih selama ini kalau investasi saham selalu identik dengan bapak-bapak berjas pake dasi dan kacamata yang sekilas terlihat berduit dan banyak omong di Metro TV membicarakan tentang pergerakan IHSG dan bursa efek Indonesia.

Ternyata semua tidak seperti itu.

Untuk investasi saham, siapapun anda (asal sudah punya KTP) bisa memulai investasi dengan modal 100 ribu saja. Ada yang namanya investasi saham lewat reksadana atau kalau diluar negeri sana disebut mutual fund. Jadi konsep dari investasi saham reksadana ini adalah kumpulan dana dari tiap individu yang akan dikelola oleh seorang manajer investasi yang tentunya profesional dan paham betul tentang seluk beluk saham. Sehingga uang anda akan diputar, dan dimainkan di pasar saham. Lalu anda tinggal menikmati return nya saja. Kalau waktu dulu sebenarnya cara investasi saham yang sering dilakukan adalah, anda sendiri yang masuk ke bursa saham, cari brokernya lalu trading saham deh tiap hari. Dilemanya disini anda harus punya waktu untuk menganalisa tiap perusahaan, dan juga punya pengetahuan tentang ekonomi, dll. Enaknya pake reksadana, ya itu. Anda tinggal duduk2 aja, dan dana yang ada masukkan juga terserah. Mau itu 100ribu, 200ribu, atau berapapun uang yang rela anda sisihkan untuk berinvestasi. Kalau dana kelolaan dari pak manajer investasi tersebut bagus, maka anda akan menikmati untungnya. Tapi kalau rugi, ya anda juga harus siap. Karena itu memang sudah kodratnya berinvestasi. Tidak ada yang 100% aman.

Namun menurut saya asal anda bisa memilih manajer reksadana yang berpengalaman maka uang anda akan aman. Daripada uang anda tidur, alias bersifat pasif di rekening tabungan biasa, anda lebih baik bereksadana saja. Kalau ditabungan uang anda akan berkurang jumlahnya karena akan selalu kalah sama inflasi. Kalau anda masukkan ke reksadana yang pasar uang, atau obligasi saja. Anda bahkan tidak hanya mengalahkan inflasi, tetapi juga sering untung besar. Pertahun bisa diatas 8% itu adalah angka yang masuk akal. Coba kalau anda menabung di bank. Jangan harap nilai uang anda bertahan.

pahami skemanya
pahami skemanya

Punya waktu? Silahkan aja Trading saham sendiri

Keunggulan reksadana tadi ialah anda mempercayakan uang anda dikelola sama si manajer investasi. Tapi kalau anda memang mau bermain sendiri, punya waktu, punya ilmu ya silahkan aja sih trading. Jaman sekarang sudah banyak saham online trading yang mengizinkan anda untuk duduk di depan komputer saja, sambil dirumah untuk bertransaksi jual beli saham. Saya juga pernah melakukan itu, hanya saja memang sedikit ribet dan juga penuh stres kalau anda tidak punya strategi bermain saham dan tidak tahan godaan emosi. haha.. 😀

Intinya

Semua metode investasi ada kelebihan dan kekurangannya. Aspek yang perlu diperhatikan adalah, akui tingkat pemahaman anda, tingkat resiko yang bisa anda tolerir, jumlah dana anda, dan jumlah modal yang anda miliki. Kalau anda memang percaya bisa mengelola dananya sendiri, silahkan saja. Kalau anda ragu, lebih baik ikutan reksadana saja. Jangan pernah timbun uang anda di rekening bank. Karena bunga yang ditawarkan terlalu rendah untuk bisa bertahan melawan inflasi.

Dua Cara Meraih Keuntungan dari Saham


Selisih antara harga beli dan harga jual saham itulah yang disebut dengan capital gain. Dimana harga jual lebih tinggi dibandingkan dengan harga beli. Selisih ini terjadi karena munculnya aktifitas sekuder yang terjadi di luar pasar Anda. Misalnya Anda membeli satu lembar saham sebuah perusahaan dengan harga Rp 4000, kemudian menjualnya kembali dengan harga Rp 4500, maka keuntungan Anda adalah Rp 500 yang disebut dengan capital gain.

Pemodal yang mengambil keuntungan dari capital gain biasanya berorientasi untuk investasi jangka pendek. Mereka mengejar untung dalam beberapa hari saja, misalnya seseorang membeli saham di dua hari yang lalu kemudian menjualnya siang nanti setelah ada kenaikan.

Namun tidak selalu Anda akan mendapatkan keuntungan dari saham berupa capital gain, ada kalanya terpaksa harus dijual dengan harga jual yang lebih rendah dari harga beli dengan risiko mendapatkan capital lost. Misalnya jika Anda membeli dengan satu lembar sahamnya seharga Rp 5000,- ternyata harus dijual dengan harga Rp 4700,- maka Anda akan mengalami capital lost sebesar Rp 300,- setiap lembar sahamnya.

Cara Mudah Berinvestasi di Pasar Modal


Investasi saham bukan hanya untuk orang kaya. Siapa pun juga bisa melakukannya, asal tahu cara dan aturan mainnya.

Banyak orang yang memiliki anggapan bahwa berinvestasi di pasar modal itu sangat rumit, perlu banyak perhitungan yang memusingkan, dan juga membutuhkan pendidikan khusus. Ada pula yang beranggapan bahwa permainan saham adalah permainan khusus milik orang-orang kaya.

Kenyataannya, sesungguhnya, tidaklah seperti itu. Siapa saja dapat melakukan investasi di pasar modal, baik sopir, mahasiswa, ibu rumah tangga, atau siapapun, asalkan memiliki keberanian dalam berinvestasi dan keyakinan diri dalam menghadapi risiko.

Di dalam dunia investasi, modal yang kita miliki bisa disesuaikan dengan keragaman produk yang ditawarkan, karenanya kita tidak perlu buru-buru memvonis kalau kita tidak memiliki cukup uang.

Hanya saja, sebisa mungkin uang yang kita gunakan untuk berinvestasi tersebut bukanlah uang yang khusus dialokasikan untuk kebutuhan rumah tangga atau kebutuhan sehari-hari. Maksudnya, sebisa mugkin uang yang digunakan untuk berinvestasi itu adalah uang yang memang sisa atau uang dingin (uang yang tidak digunakan untuk keperluan rumah tangga sehari-hari).

Kisah Pahit Christian Sugiono Bermain Saham


Selain bisnis makanan, pasar modal juga menjadi pilihan Christian Sugiono dalam menginvestasikan uangnya. Tian, sapaan akrab Christian Sugiono, mengaku punya pengalaman pahit saat bermain saham. Mau tahu berita selengkapnya? Simak videonya hanya di KapanLagi! 

Perbedaan saham dan forex

untuk kepuasan menonton mohon ganti quality video ke 480p

Di video kali ini kita akan sharing apa itu perbedaan antara saham dan forex sekaligus membahas kelebihan saham dan forex